oleh NURUL FAHMI
Mahasiswa Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Islam Indonesia – Jogyakarta
Beberapa bulan yang lalu kita sempat dikejutkan dengan di temukannya
bukit atau gunung Labaong yang didalamnya terdapat kandungan emas .
bukit atau gunung ini terletak di desa Hijrah , kecamatan Lape,
Kabupaten Sumbawa NTB. Seperti yang kita ketahui sebelumnya , mayoritas
masyarakat sekitar adalah petani, bahkan semenjak peristiwa
tersebut tidak sedikit petani atau masyarakat yang lebih memilih
mencari emas dari pada menggarap sawah , karena menurut mereka hasil
yang didapatkan dari mencari emas lebih banyak dari pada hasil yang
didapatkan dari menggarap sawah.
Tidak hanya masyarakat sekitar saja yang datang mencari emas di bukit
Labaong ,bahkan masyarakat yang dari luar pulau Sumbawa pun banyak
berdatangan ke bukit Labaong. Peristiwa tersebut juga sempat membuat
peredaran uang di daerah ini perkembang pesat . di sepanjang jalan kita
pasti banyak mememukan tempat tempat pengolahan emas .Yang oleh
masyarakat sekitar di kenal dengan sebutan “tempat gelondong”.
di sepanjang sungai atau tanggul dan di sekitar sawah sawah terdapat
tempat gelondong. Gelondong tersebut bekerja 24 jam, nonstop . bahkan
tidak sedikit juga tempat gelondong tersebut berada di halaman rumah rumah warga yang ada di lingkungan kampung.
Penambangan tersebut menggunakan merkuri atau air raksa. Masyarakat
masih banyak yang belum mengerti tentang sangat berbahaya nya penggunaan
merkuri atau air raksa tersebut. Oleh karena itu melalui tulisan saya
ini . saya ingin memaparkan sedikit tentang merkuri atau air raksa
serta bahaya penggunaan raksa atau merkuri dalam penambangan emas.
Merkuri atau air raksa (Hg) merupakan golongan logam berat dengan
nomor atom 80 dan berat atom 200,6. Merkuti merupakan unsur yang sangat
jarang dalam kerak bumi, dan relatif terkonsentrasi pada beberapa
daerah vulkanik dan endapan endapan mineral biji dari logam logam
berat.
Berikut ini adalah beberapa penyakit yang disebabkan oleh merkuri
antara lain gangguan system syaraf, gejalanya antara lain berupa
tremor, terasa pahit di mulut, gigi tidak kuat dan rontok, anemia,
albuminuria, dan gejala lain berupa kerusakan ginjal,serta kerusakan
mukosa usus.
Yang lebih menggemparkan lagi yaitu penyakit yang pertama kali
ditemukan kasusnya di Jepang, yaitu penyakit minamata atau Sindrom
Minamata yang korbanya adalah penduduk yang tinggal di wilayah
sekitar pesisir minamata, yaitu provinsi Kumamoto dan Kagoshima.
Syindrom minamata ini adalah sindrom kelainan fungsi syaraf yang
disebabkan oleh keracunan akut air raksa.
Gejala sindrom ini seperti kesemutan pada kaki dan tangan, lemas-
lemas, penyempitan sudut pandang dan degradasi kemampuan berbicara dan
pendengaran. Pada tingkat akut gejala ini biasanya memburuk serta
disertai dengan kelumpuhan, kegilaan, jatuh koma dan akhirnya meninggal
dunia.
Penambangan emas merupakan suatu kegiatan yang dapat meningkatkan
pendapatan masyarakat , namun demikian penambangan emas juga akan
merugikan apabila dalam pelaksanaan nya tampa diikuti dengan proses
pengolahan limbah hasil pengelolaan biji emas secara baik, akibat yang
ditimbulkan dari pembuangan merkuri pada air tanah maupun aliran sungai,
akan masuk dalam rantai makanan baik melalui hewan maupun tumbuhan yang
pada akhirnya akan sampai pada tubuh manusia.
Oleh karena itu, marilah kita tingkatkan kepedulian terhadap
lingkungan kita, agar supaya kehidupan kita lebih terjaga. Tidak semata
mata untuk mendapatkan kesenangan sesaat saja. Tapi kita juga
memikirkan kehidupan yang akan datang demi terujudnya kehidupan yang
sehat dan sejahtera, khususnya masyarakat Samawa. Seperti semboyan kita
“Samawa, Sabalong Samalewa”. J
Terima kasih artikelny,, baca" n Cari postingan seputar kimia, Salam Kenal ya, By : Kimia tambang emas
BalasHapus